BBM oh BBM : Mengurangi subsidi atau mengalihkan ke Post yang lain….!!!!!????

Keputusan sulit yang harus diambil oleh Pemerintah sekarang ini, Bagaimana tidak …., Beban negara yang kian hari kian bertambah berat karena harus menanggung segala problematika yang ada di Indonesia  termasuk dengan Subsidi BBM yang harus ditanggung.

Hal tersebut seharusnya memang harus ditanggung Pemerintah, karena Rakyat Indonesia hampir sebagian Besar adalah masyarakat yang secara tingkat Perekonomiannya dibawah Hidup layak. Lain Halnya dengan mereka yang penghidupannya sudah berkecukupan, dicabut atau tidak Subsidi BBM tidak banyak pengaruh.

Yang Jadi persoalan adalah Penghentian Subsidi selalu dibarengi dengan munculnya biaya lain atau anggaran lain yang diambil dari APBN juga, sehingga dari tindakan itu adalah seakan mengalihkan subsidi dari yang satu ke subsidi yang lain. Bukan hanya itu, kaena dampak dari pengalihan subsidi itu sangat vital, karena dengan di alihkannya subsidi BBM berdampak sangat besar terhadap Perekonomian Bangsa, dan itu berpengaruh terhadap semua lapisan masyarakat, baik kaya maupun miskin.

Yang satu solusi belum selesai, akan muncul masalah lain yaitu dampak dari kenaikan BBM tadi.

Kita ambil contoh, Dengan dialihkannya subsidi BBM ke Bantuan Langsung Masyarakat Tunai atau apa saja lah namanya itu hanya menggeser Status Subsidi tersebut, tapi dampaknya akan banyak berpengaruh terhadap perekonomian bangsa ini, karena di tataran kita indikator BBM sangat besar pengarunhya terhadap perubahan harga semua bahan kebutuhan Pokok.

Belum lagi dikalangan Industry akan sangat berpengaruh karena bagi pengusaha-pengausaha sekala kecil kenaikan BBM akan sangat mengganggu terhadap biaya yang dibutuhkan, bukan hanya itu dari lapisan mayarakat petanipun akan  terasa sangat terasa karena distribusi hasil panen dan bahan baku akan banyak pengaruh dan mempengaruhi biaya produksi.

Tapi pengalihannya akan berdampak tidak banyak berpengaruh terhadpa kehidupan manyarkat Indonesia secara keseluruhan, kerena yang menikmati BLMT ini segelintir orang bahkan akan banyak penyelewengan dan tidak tepat sasaran.

Dampak lain akibat dari pengalihan subsidi BBM ini Pemerintah kan semakin tidak populer, betul atau tidaknya opini ini yang jelas masyarakat menilai tidndakan ini sebagai upaya pemenrintah untuk mendongkrak partai penguasa di mata masyarakat miskin terutama yang menikmati BLMT tersebut, karena mereka beranggapan bantuan itu adalah dari pemerintah.

Ironisnya lagi ketika salah satu Televisi Swasta menayangkan salah satu acara bahwa di pelosok, tepatnya di daerah Sulawesi Utara di perbatasan, mayarakat disana tidak merasakan Harga BBM (Premium) di Kota-kota Besar harganya Rp 4.500,-/Liter , namun disana sampai Rp 15.000,- s/d Rp 25.000,-/Liter. Bagaimana jika harga BBM dinaikan lagi, berapa harga yang akan mereka dapat menikmati dari harga BBM yang katanya “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya  untuk kemakmuran Rakyat “, cuma hanya slogan saja

Mungkin contoh kecil yang menjadi pemikiran adalah bagaimana supaya subsidi bisa dikurangi tapi diberikan alterntif lain semisal bukan subsidi BBM  yang dipangkas. Masih banyak post-post lain yang anggaran besar tapi keefektifitasannya tidak banyak perpengaruh terhadap kemakmuran bangsa ini (Para Pakar Ekonomi dan Pemerintahan lebih tahu masalah tersebut). Walau bagaimanapun akibat dari Kebijakan memangkas subsidi BBM ini mengganggu Stabilitas Perekonomian Bangsa.

Perlu direnungkan………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s