AKU UNTUK NEGERIKU

Pelantikan OBAMA

Pelantikan OBAMA

Hingar bingar pelantikan Presiden Amerika Barack Husen Obama menggema bukan saja di Amerika yang notabene presiden Negara tersebut, namun dunia menyambutnya dengan meriah. Indonesia yang merasa Obama kecil pernah tinggal di Jakarta dan bersekolah selama empat tahun di Menteng membuat ikatan kekeluargaan semakin kental dimata teman-temannya waktu kecil.

Terlepas dari itu semua, pergantian kepemimpinan di Indonesia sendiri hamper mendekati waktunya, sehingga hangar bingar itu sudah mulai terasa. Salah satu contohnya yang dimanfaatkan oleh partai Demokrat issue penurunan BBM dijadikan topik dan tema yang mereka usung, padahal mereka tidak ingat kenapa BBM bisa turun karena dibawah kabinet SBY BBM sempat naik tajam. Mereka tidak menyinggung di Pemerintahannya SBY begitu sulitnya ekonomi, begitu susahnya mencari minyak tanah, betapa susahnya mencari gas dan melambungnya harga kebutuhan pokok lainya.

Perang Dingin Oposisi dengan Pemerintah

Perang Dingin Oposisi dengan Pemerintah

Mereka yang ada diluar pemerintahan mengkritik tajam pemerintah seakan mereka lebih unggul dari pemerintahan sekarang. Padahal mereka yang pernah jadi dan berada di dalam pemerintahan, merkapun berbuat yang sama pada rakyat dan bangsa ini. Kita ambil Contoh PDIP, di jamannya Megawati berapa BUMN yang dijual dan pemerinta sekarang pun ikut ikutan menjual BUMN-BUMN yang ada dengan dalih untuk memperkokoh BUMN itu sendiri, pdahal dalam kenyataannya sebagian adalah untuk menutupi anggaran dan devisa yang semakin menipis.

Menurut Aku yang hanya mengerti hanya secuil saja dari permasalahan yang ada, melihat dari pengalaman dari beberapa Pemimpin kita ini semua sama, mereka ingin melanggengkan kekuasaannya dan dengan cara apa kekuasaannya dapat stabil baik secara ekonomi maupun secara keamanan.

Dijaman Orde Baru, untuk menstabilkan perkonomian Indonesia, Para pejabat berani pinjam dana milyaran bahkan trilyunan rupiah dari Negara lain. Dijaman Repormasi dengan beberapa pimpinan Negara yang pernah berkuasa, mereka menerapkan berbagai kebijakan ekonomi agar kesetabilan ekonomi kita terjaga. Misalnya ada yang pinjam ke IMF, Word Bank atau Negara Donor lainnya, bahkan ada yang rela mengorbankan Timor-timur lepas dari Indonesia.

Mereka tidak memikirkan apa dari potensi yang ada dari Negara kita bisa diexploitasi dengan baik dengan tidak mengorbankan keutuhan bangsa baik secara ekonomi maupun secara kedaulatan. Misalnya Potensi sumber daya alam kita dari sabang sampai meroke sangat melimpah. Undang investor-investor dalam negeri supaya ikut mengelola potensi yang kita punya, tarik dana mereka yang diparkir di bank yang ada luar negeri, kalau perlu beri sanksi jika melanggar. Jika kita terlanjur dengan kontrak yang pernah disepakati, segera evaluasi dan segera diakhiri kontrak kerja dengan Negara-negara yang jelas-jelas mengeksploitasi Negara kita. Jika kita belum siap dengan tenaga ahli dan belum memiliki engineer yang handal, kontrak mereka sebagai tenaga kerja bukan negaranya yang dilibatkan tapi secara personal yang kita recruite.

Penyerahan Penghargaan Olimpiade Fisika tingkat International

Penyerahan Penghargaan Olimpiade Fisika tingkat International

Saya punya ide, sebenarnya ide tersebut sudah sangat lama saya pendam, karena percuma saja saya keluarkan tidak akan ada yang menampung dan meneruskan ke alur yang sesuai saya harapkan. Kita punya banyak ilmuwan bahkan ratusan atau mungkin ribuan Profesor, banyak juga orang pintar yang bekerja di luar negeri, panggil mereka pulang, tawari gaji yang gede sesuai dengan bidang keahliannya pasti mereka mau. Untuk melipatgandakan calon tenaga professional, kirim siswa-siswa berpotensi keluar negeri untuk magang atau training dan kirim ke universitas yang dapat dipercaya dan berikan beasiswa penuh agar mereka focus dalam belajarnya. Berapa banyak ilmuwan muda kita yang dapat penghargaan di ajang dunia international, recruit mereka dan jadikan assets bangsa untuk kemajuan negeri ini. Insya Alloh dalam sepuluh tahun kedepan calon Engineer Indonesia sudah siap terjuan kelapangan. Seandainya ide-ide tersebut diterapkan dari dulu, mungkin sekarang Negara kita sudah bisa madiri, minimal bisa lebih baik dari sekarang.

Pesan saya sebagai warga Negara Indonesia kepada para elite politik, coba konsolidasi dan mencari solusi untuk Indonesia kedepan, Korupsi jangan dijadikan adat untuk memperkuat diri dan partainya, ingat janjimu waktu kampanye dulu, pikirkan rakyat mu….. Ingat jangan hambur-hamburkan uang Negara dengan dalih pesta demokrasi, rakyat miskin lebih membutuhkan… Bagi orang miskin, gak penting siapa jadi presidennya ..yang terpenting bagi mereka kebutuhan hidup mereka terpenuhi…. Mudah-mudahan coretan ini dapat menumbuhkan motifasi bagi para blogger khususnya, bangsa ini pada umumnya Bravo blogger, Terus berkarya untuk bangsa mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s